GAYA permainannya dianggap mirip dengan Wayne Rooney. Namun, dia terlambat populer. Baru setelah membela Bayern Muenchen, Olic membelalakkan mata dunia bahwa dia penyerang hebat. Penggedor yang selalu membahayakan pertahanan lawan.Hat-trick yang dia cetak kala membawa Bayern Muenchen menang 3-0 atas Olympique Lyonnais dan lolos ke final Liga Champions, makin meyakinkan dunia atas kemampuannya. Ini masa terindah dalam karier pemain kelahiran Davor, Kroasia itu, meski umurnya sudah keburu 30 tahun.
Selama Liga Champions ini, dia sudah tampil 9 kali dan telah membukukan 7 gol. Sebuah prestasi mengagumkan. Apalagi, sebelumnya dia juga mencetak gol kemenangan 2-1 atas tim berat Manchester United di leg pertama. Di leg kedua, dia kembali mencetak gol pada pertandingan yang berakhir 2-3 untuk MU. Namun, Bayern lolos ke semifinal karena unggul gol tandang.
Bayern mendapatkan Olic dengan gratis dari Hamburg SV pada Januari 2009. Hamburg terkesan kurang percaya kepadanya, hingga kontraknya tak diperpanjang. Bayern pun juga tak menganggapnya pemain istimewa, sehingga hanya menjadi pemain pengganti Miroslav Klose atau Mario Gomez.
Namun, cedera yang dialami kedua striker utama itu memberi tempat buat Olic. Dia langsung menunjukkan kemampuannya. Permainannya membuat serangan Bayern di bawah pelatih Louis van Gaal teramat tajam.
Olic merupakan pemain serba bisa. Dia bertenaga, ngotot, dan punya naluri gol yang kuat. Dia tak hanya bisa berposisi sebagai penyerang murni, tapi juga pemain sayap. Banyak orang menilai gaya permainannya mirip Wayne Rooney.
Kamampuan seperti itu sebenarnya sudah membuatnya populer di negerinya di awal karier. Membela Marsonia, dia menunjukkan bakat besar. Pada 1998, dia dibeli Hertha Berlin. Tapi, rupanya dia kurang mendapat kepercayaan dan dikembalikan ke Marsonia pada 2000.
Olic langsung menjawab dengan penampilan gemilang. Dia mencetak 17 gol dari 29 penampilan pada musim 2000-01. Musim berikutnya dia pindah ke NK Zagreb, mencetak 21 gol dari 28 penampilan. Musim 2002-03, dia pindah ke Dinamo Zagreb, mencetak 16 gol dari 27 penampilan. Dia pun terpilih sebagai striker terbaik Kroasia.
Permainan dan ketajaman yang stabil itu membuat CSKA Moskva pada 2003. Membela klub Rusia itu sampai 2007, dia ikut menyumbangkan gelar Liga Rusia (2003, 2005, dan 2006), Piala Rusia (2005 dan 2006), Piala Super Rusia (2004 dan 2006). Yang paling fenomenal, dia membawa CSKA juara Piala UEFA 2005.
Ini yang membuat Hamburg kepincut dan membelinya pada Januari 2007. Dia menjadi pemain Hamburg pertama yang mencetak hat-trick di satu babak saat melawan Alemannia Aachen. Hamburg akhirnya menang 4-0.
Olic dibeli Hamburg saat tim itu berada di zona degradasi. Setelah kehadirannya, Hamburg langsung tampil gemilang dan akhirnya berada di urutan ke-7 klasemen akhir Bundesliga 1. Dia juga ikut membawa Hamburg juara Piala Emirates pada 2008. Namun, Hamburg tampaknya kurang yakin atas kemampuannya, sehingga dibiarkan bebas pindah ke Bayearn.
"FC Hollywood" pun mendapat berkah. Kini, Bayern menuai hasil dari permainan Olic sebagai penggedor yang berbahaya. Kontribusinya tak hanya gol. Aksinya menekan lawan membuat serangan Bayern sering menjadi mudah.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar