Jumlah Pengunjung

Pencarian

Sabtu, 15 Mei 2010

M.U menyerah Untuk David Villa

Daily Mail memberitakan, Manchester United gagal mendapatkan penyerang Valencia, David Villa, karena ia sudah setuju bergabung dengan Barcelona, pada bursa transfer mendatang.

MU mengincar Villa untuk meningkatkan lini serang yang selama ini cuma mengandalkan Wayne Rooney. Untuk itu, MU disebut memaksakan diri menyiapkan anggaran sebesar 45 juta poundsterling atau sekitar Rp 600 miliar.

Villa sempat menyatakan siap pindah ke Liga Primer. Namun, karena ada tawaran untuk tetap bermain di Spanyol, dari Barcelona, ia memilih tetap di Divisi Primera. Menurut Daily Mail, Villa kurang menyukai tantangan fisik Liga Primer.

Sementara itu, media-media Spanyol meyakini, Villa bakal diplot sebagai penyerang tengah utama. Sebagai konsekuensinya, Barcelona pun disebut bakal melego penyerang Zlatan Ibrahimovic. Media-media Italia menimpali spekulasi ini dengan menyebut Juventus siap menampung Ibrahimovic.

Juventus Pasti Dapat yg terbaik

Pelatih Juventus Alberto Zaccheroni mengaku yakin klubnya bakal mendapatkan seseorang yang bereputasi top untuk menggantikan dirinya.

Zaccheroni melatih Juventus pada awal paruh kedua musim dengan kontrak sampai akhir musim. Sementara ia bekerja, Juventus mencari pelatih baru untuk mengangkat performa Juventus musim depan.

"Nama-nama yang beredar saat ini adalah nama pelatih dengan level tertinggi. Saya tahu dari pengalaman saya bahwa di sepak bola satu-satunya hal yang penting adalah hasil akhir Anda," ungkap Zaccheroni.

"Saya datang sebagai seorang pengurus. Itu membuat saya senang bahwa ada saat di mana klub berpikir untuk mempertahankan saya. Tetapi saya sangat memahami bahwa klub akan bergerak ke arah lain karena musim ini telah berakhir dan sulit untuk mengawali musim depan dengan pelatih yang sama. Tetapi saya tidak akan mengeluh hari ini dan juga pada hari esok," ujarnya

Kamis, 13 Mei 2010

Atletico Madrid Juara Piala Eropa

Penyerang Atletico Madrid, Diego Forlan, mencetak dua gol yang menentukan kemenangan timnya 2-1 atas Fulham, di babak final Liga Europa, di HSH Nordbank Arena, Rabu (12/4/2010).

Tipisnya skor memang mencerminkan alotnya pertandingan kedua kubu. Sama-sama mengusung ambisi juara, kedua kubu sama-sama bermain sangat hati-hati.

Permainan pun berjalan monoton dan membosankan, sampai Diego Forlan melepaskan tembakan yang, sayangnya cuma membentur tiang gawang, pada menit ke-12.

Atletico belum menciptakan ancaman baru, ketika Fulham menggulirkan serangan balasan yang nyaris membuahkan gol dari Davies. Sayangnya, bola masih bisa diamankan De Gea.

Selanjutnya, tak satu pun peluang tercipta, sampai Diego Forlan berhasil membobol gawang Mark Schwarzer pada menit ke-32. Memanfaatkan bola tembakan Sergio Aguero yang meleset, Forlan menyonteknya masuk gawang Schwarzer.

Sayang keunggulan itu tak bertahan lama. Lima menit setelahnya, Fulham menyamakan kedudukan melalui Simon Davies. Memanfaatkan umpan silang Zoltan Gera, ia menjejalkan bola ke gawang De Gea.

Pertukaran gol itu tak diikuti oleh meningkatnya intensitas serangan dari kedua kubu. Pertandingan pun kembali berjalan monoton, dan kali ini tanpa peluang, apalagi gol, sampai akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, kedua kubu bermain lebih agresif dan terbuka. Serangan Fulham terlihat lebih efektif karena dalam beberapa kesempatan, mereka mampu menuntaskan serangan dengan tembakan akurat.

Pada menit ke-52, misalnya Gera melepaskan tembakan tepat ke gawang. Namun, De Gea berhasil menangkap bola.

Delapan menit berselang, sementara Atletico belum menciptakan peluang gol, Fulham kembali menebar ancaman melaui Davies. Dari tengah kotak penalti, ia melepaskan tembakan yang, masih bisa dijangkau tangan De Gea.

Tekanan-tekanan Fulham memaksa Atletico menurunkan tempo permainan dan memperbaiki penguasaan bola. Perubahan ini disikapi oleh Fulham dengan bermain lebih ngotot mengejar dan merebut bola.

Laga terus berlangsung dengan sengit dan diwarnai sejumlah pelanggaran. Namun, skor 1-1 tak berubah, sampai peluit berbunyi panjang.

Kedua kubu sama-sama tampak tegang mengawali babak tambahan yang pertama. Pertandingan pun berjalan lambat dan cuma membuahkan satu peluang, yang diciptakan Atletico melalui tembakan Sergio Aguero pada menit ke-105, yang melenceng begitu tipis dari sasaran.

Selain raut-raut wajah para pemain yang semakin tegang, permainan tak banyak mengalami perubahan di babak tambahan kedua. Selama 15 menit terakhir menuju adu penalti ini, tak ada peristiwa apa pun yang penting, selain kartu kuning yang diterima Salvio pada menit ke-107 dan Clint Demspsey pada menit ke-114.

Namun, gelar juara batal ditentukan melalui adu penalti, karena pada menit ke-116, Atletico Madrid berhasil mengungguli Fulham, berkat gol Forlan.

Gol bermula dari pergerakan Aguero di sektor kanan pertahanan Fulham, yang berujung sebuah umpan matang. Forlan dengan cermat menyambut bola dan mengirimnya masuk gawang Schwarzer.

Gol itu tak memberikan Fulham pilihan selain menyerang. Disertai rasa tegang, mereka berusaha secepat mungkin mengalirkan bola ke depan setiap berhasil menguasainya.

Namun, Atletico dengan tenang meladeni kegusaran Fulham dengan penguasaan bola dan koordinasi lini tengah yang solid. Meski gagal menambah gol, setidaknya mereka berhasil mempertahankan keunggulan sampai laga berakhir.

Susunan pemain:
Atletico: 43-David De Gea; 17-Tomas Ujfalusi, 3-Antonio Lopez, 21-Luis Perea, 18-Alvaro Soto Dominguez; 20-Simao (9-Jose Manuel Jurado 68), 12-Silva Paulo Assuncao; 19-Jose Antonio Reyes (14-Eduardo Salvio 78), 7-Diego Forlan, 10-Sergio Aguero (2-Valera 119)
Fulham: 1-Mark Schwarzer; 3-Paul Konchesky, 6-Chris Baird, 18-Aaron Hughes, 5-Brede Hangeland; 20-Dickson Etuhu, 16-Damien Duff (10-Erik Nevland 84), 13-Danny Murphy (27-Jonathan Greening 118), 29-Simon Davies, 11-Zoltan Gera; 25-Bobby Zamora (23-Clint Dempsey 55)

Minggu, 09 Mei 2010

Totti Membuat Pesta Inter Tertunda

Dua gol Francesco Totti berhasil membawa AS Roma membekuk tamunya Cagliari 2-1 pada lanjutan duel Liga Serie-A Italia, Minggu (9/5/2010) di Stadion Olimpico. Hasil ini membawa Roma terus bernapas untuk merengkuh gelar scudetto dari tangan Inter Milan.

Semula, Roma sempat tertinggal dan Inter unggul atas Chievo. Jika hasil ini bertahan, maka Inter juara Serie-A. Namun, dalam waktu singkat Roma berbalik menang 2-1 berkat gol Totti dan Inter pun belum bisa berpesta. Bahkan, Roma kembali berpeluang merebut gelar juara.

"I Giallorossi" kini memiliki 77 poin. Mereka tertinggal dua poin dari Inter yang di tempat lain membekuk Chievo Verona 4-3. Itu artinya penentuan scudetto akan terjadi pekan depan yang merupakan pekan terakhir Serie-A. Roma akan berhadapan dengan Chievo, sedangkan Inter akan tandang ke Siena.

Melawan Cagliari, striker andalan Roma, Mirko Vucinic, tak bisa bermain karena cedera. Tempatnya digantikan oleh Luca Toni yang berduet dengan Francesco Totti di lini depan.

Roma yang memiliki target mengejar kemenangan langsung tancap gas sejak awal. Baru lima menit laga berjalan, Totti nyaris membawa "I Giallorossi" unggul. Mendapat ruang tembak di luar kotak penalti, Totti langsung mengeluarkan tembakan keras ke gawang Cagliari. Namun sayang, bola masih membentur tiang gawang Federico Marchetti.

Selang lima menit, giliran Toni yang mendapat kesempatan. Penyerang yang dipinjam dari Bayern Muenchen itu mendapat umpan terobosan yang manis dari Totti ke dalam kotak penalti. Sial, tembakan Toni masih terlalu mudah diantisipasi Marchetti.

Setelah dua peluang itu, pertandingan berjalan alot. Roma yang memegang kendali bola hingga 53 persen kesulitan menembus barikade Cagliari yang tampil disiplin di bawah komando Davide Astori.

Roma sebenarnya mampu mencetak gol melalui sundulan Simone Perrotta di menit ke-43. Namun sayang, wasit Mauro Bergonzi menganulirnya karena Perotta dalam posisi offside saat menerima umpan dari Toni.

Setelah turun minum, tempo pertandingan masih berjalan lambat. Koordinasi lini tengah dan lini depan Roma tak berjalan dengan baik. Meski mampu unggul penguasaan bola, "I Giallorossi" kesulitan menciptakan peluang.

Peluang baru datang di menit ke-55. Tendangan penjuru Jeremy Menez mampu ditanduk Toni. Namun sayang, usahanya itu sisa-sia karena bola melebar tipis dari gawang Cristiano Lupatelli.

Cagliari yang sepanjang pertandingan bertahan total akhirnya mampu mengancam gawang Roma di menit ke-64. Alessandro Matri lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Julio Sergio. Sial, tembakan mantan pemain akademi AC Milan itu sanggup diadang Sergio, gawang Roma pun selamat.

Claudio Ranieri meminta anak-anak asuhnya untuk mempercepat tempo. Alhasil, semua pemain Roma langsung keluar menyerang pertahanan Cagliari secara frontal. Sedang asyik-asyiknya menyerang, Roma malah kecolongan di menit ke-73.

Melalui sebuah tendangan bebas, Alessandro Matri melepas umpan pelan ke Andrea Lazzari. Tanpa ragu, pemain bernomor punggung sepuluh itu menghajar bola dengan keras melalui kaki kirinya dan gol, 1-0 untuk Cagliari.

Roma mulai panik. "I Giallorossi" langsung habis-habisan menyerang Cagliari dari segala penjuru lapangan, tanpa memikirkan pertahanannya lagi. Usaha itu tak sia-sia karena di menit ke-79, Totti dengan elegan mampu memaksimalkan umpan Menez melalui tembakan kaki kanannya.

Gol ini menambah semangat pasukan Roma. Gol yang ditunggu publik Olimpico akhirnya lahir juga di menit ke-83 melalui tendangan penalti Totti. Wasit Mauro Bergonzi memberi Roma hadah penalti setelah sebelumnya Davide Biondini melalukan hand ball di kotak terlarang. Totti pun sukses melaksanakan tugasnya dengan sempurna.

Di sisa pertandingan Roma lebih banyak bertahan untuk mengamankan hasil pertandingan. (*)

Susunan pemain
AS Roma: Julio Sergio; Juan, Burdisso, Riise; Motta, Menez (Baptista 80), De Rossi, Perrotta; Totti, Toni (Taddei 59)

Cagliari: Marchetti (Lupatelli 45); Astori, Canini, Conti, Agostini, Dessena; Cossu (Lazzari 53), Nainggolan, Biondini; Jeda (Nene 61), Matri

Congratulations Chelsea

Chelsea memastikan gelar juara Premier League 2009-2010 menjadi milik mereka. Ini adalah pertama kalinya "The Blues" juara dalam empat tahun terakhir. Perayaan besar-besaran langsung dilakukan guna memuaskan 41.000 fans Chelsea di Stamford Bridge. Berikut prosesinya.

* Setelah wasit Martin Atkinson meniup peluit akhir tanda kemenangan Chelsea 8-0 atas Wigan Athletic, (Minggu (9/5/2010), para pemain "The Blues" langsung saling berpelukan merayakan kesuksesan mereka satu sama lain. Pemain-pemain di bangku cadangan serta sanak keluarga pemain Chelsea langsung berhamburan dan bergembira ke lapangan. Istri John Terry, Toni Poole, ikut hadir bersama kedua anak kembarnya.

* Setelah beberapa menit di lapangan, para pemain Chelsea masuk ke ruang ganti sambil menunggu panitia Premier League menyiapkan panggung juara untuk mereka. Sekitar lima menit kemudian, para pemain Chelsea keluar dan bersiap untuk dikalungkan medali juara.

* Pelatih Carlo Ancelotti merupakan orang pertama yang keluar dari ruang ganti pemain. Carletto mendapat sambutan luar biasa meriah ketika menginjakkan kakinya di lapangan. Puluhan ribu fans Chelsea begitu mengelu-elukan namanya. Bahkan, pemilik Chelsea Roman Abramovich yang hadir di bangku penonton ikut memberi sambutan kepada Carletto. Ia pun menerima medali Premier League pertama di musim debutnya bersama "The Blues".

* Kiper kedua Chelsea, Henrique Hilario, merupakan pemain pertama yang mendapat medali juara. Setelah itu ia diikuti oleh beberapa pemain cadangan "The Blues" lainnya seperti Fabio Borini, Nemanja Matic, dan lain sebagainya. Semua pemain Chelsea (total 29 pemain) hadir untuk menerima medali, termasuk John Obi Mikel dan Michael Essien yang sedang cedera parah dan baru saja dioperasi. Dua pemain senior, Frank Lampard dan John Terry, merupakan pemain terakhir yang mendapat medali juara.

* Setelah dapat medali, Terry berdiri di barisan terdepan dan langsung mengangkat trofi Premier League tinggi-tinggi. Seluruh fans di Stamford Bridge langsung bersuka ria menyambutnya. Mereka tak henti-hentinya menyanyikan lagu-lagu Chelsea untuk menghormati para pahlawan mereka di lapangan. Arak-arakan keliling stadion pun dilakukan para pemain "The Blues" guna memberi penghormatan balik kepada seluruh pendukung yang hadir di Stamford Bridge.

Sabtu, 08 Mei 2010

Roberto Mancini : Saya Yakin Chelsea Bisa

Pelatih Manchester City Roberto Mancini menilai Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti tak bakal gagal membawa John Terry dan kawan-kawan menjuarai Liga Primer musim ini. Menurut Mancini, Ancelotti adalah pelatih bertangan dingin dan berpengalaman yang tak mudah ditekan Manchester United.

Hingga pekan ke-37, Chelsea masih berada di puncak klasemen. Namun, mengingat mereka cuma unggul satu angka dari MU, yang berada di tempat kedua dengan 82 poin. Dengan begitu, untuk menjuarai Liga Primer, Chelsea tak punya pilihan selain memenangi partai terakhir melawan Wigan Athletic, Minggu (9/5/2010).

Sejumlah kalangan menilai, MU berpeluang besar menyalip mereka di tikungan terakhir. Pasalnya, MU akan menghadapi Stoke City, yang selalu kalah dalam tiga pertemuan terakhir di pentas Liga Primer, sementara Chelsea akan menghadapi Wigan, yang mengalahkan mereka 1-3 pada pertemuan pertama musim ini.

"Carlo adalah orang dan pelatih besar. Ketika Anda bermain atau melatih di level yang sangat tinggi, akan ada kekecewaan dan kesuksesan," ungkap Mancini.

"Carlo adalah juara. Bila ia menjuarai Liga Primer pada musim pertamanya, itu akan merupakan prestasi hebat karena sangat sulit meraih sukses (di Liga Primer). Chelsea menghadapi laga besar menghadapi Wigan untuk menjadi juara," tambahnya.

Barcellona : Kami Belum Juara !!!

Pelatih Barcelona Josep ‘Pep’ Guardiola enggan sesumbar kendati tim asuhannya berada diambang juara La Liga musim ini. Dengan tegas, Pep mengatakan bila timnya belum pasti juara.

Komentar yang dilontarkan Pep kali ini memang tak lepas dari duel pamungkas Los Azulgrana kontra Real Valladolid, pekan depan. Menurutnya, kendati Valladolid merupakan tim papan bawah, tak ada alasan buat seluruh awak Barcelona untuk jumawa.

“Keuntungan terbesar kami adalah karena gelar juara akan sangat tergantuing pada kami sendiri. Tapi, untuk itu kami harus memastikan kemenangan di laga terakhir, karena Valladolid membutuhkan poin untuk selamat dari jeratan degradasi,” ungkap Guardiola mengingatkan anak asuhnya.

“Mereka memiliki pelatih hebat seperti Javier Clemente. Jadi, duel melawan Valladolid takkan berlangsung mudah,” tambah sebagaimana dikutip AS, Minggu (9/5/2010).

“Kami harus berpikir bahwa gelar juara belum dalam genggaman. Kami harus tetap mengusung target menang sebagai harga mati,” tandasnya.

Beralih ke analisisnya terkait keberhasilan El Barca menaklukkan Sevilla 3-2 di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, dini hari tadi, Guardiola mengaku sempat kecewa karena anak asuhnya kehilangan konsentrasi sehingga kebobolan dua gol dalam kurun waktu dua menit.

“Terkadang, sepak bola memang seperti itu dan saya tak ingin berkomentar lebih jauh soal itu (kebobolan dua gol). Intinya, kami telah membiarkan Sevilla mengembangkan permainan dan bangkit,” lanjutnya.

“Bojan bisa saja membuat kami unggul 4-0 atau bahkan 5-0. Namun, dengan waktu tersisa yang kurang dari lima menit, semuanya menjadi sangat rumit. Untungnya, kami semua sadar, bila hasil akhirnya imbang, maka kami akan kehilangan peluang dalam perburuan gelar juara,” tutup pelatih 39 tahun ini.

Ya, hasil lain selain kemenangan memang dipastikan bakal membuat Barca kehilangan peluang mempertahankan gelar juara. Pasalnya, di saat bersamaan, rival terdekatnya, Real Madrid terus menempel ketat setelah melumat Athletic Bilbao dengan skor telak 5-1.

Deschamps Will be Back

Pelatih Marseille, yang pernah melatih Juventus, Didier Deschamps, mengaku tidak menutup kemungkinan kembali ke Juventus, namun tidak dalam waktu dekat ini.

Deschamps melatih Juventus pada musim 2006-2007. Saat itu, Juventus bermain di Serie-B. Di bawah asuhan Deschamps, Juventus kembali ke Serie-A. Namun, tanpa alasan jelas, Juventus memecatnya.

Sayangnya, sepeninggal Deschamps, performa Juventus tak kunjung membaik. Musim ini, selain gagal mengangkat trofi, Juventus juga gagal finis di zona Liga Champions.

Juventus kemudian bertekad melakukan perubahan besar-besaran. Selain menjual dan membeli pemain, mereka juga sedang mencari pelatih yang bisa mengembalikan kejayaan Juventus.

Pelatih Liverpool, Rafael Benitez, disebut-sebut media Italia sebagai target utama Juventus. Namun, sejauh ini, perkembangannya kurang bagus bagi Liverpool karena Benitez konsisten mendiskusikan masa depannya di Liverpool dengan pemain dan klub.
Deschamps, yang membawa Marseille menjuarai Ligue-1 musim ini, kemudian disebut sebagai calon alternatif Juventus. Sayangnya, ia pun mengaku masih ingin bertahan di Marseille,

"(Saya) tak pernah mengatakan tidak. Namun, saat ini, saya mendapati diri saya baik-baik saja di Marseille dan saya ingin bertahan di sini," ungkapnya

Jumat, 07 Mei 2010

Final Coppa Italia : Totti Vs Balotelli

"Negro. Ya, itulah yang dia katakan," kata Balotelli dikutip La Gazzetta dello Sport edisi Jumat (7/7). Pengakuan Balo tentu saja mendapat dukungan agennya, Mino Raiola.

"Jika dia (Totti) mengatakannya, berarti gerakan itu sudah direncanakan dan dia menyimpan dendam," kata Raiola.

"Saya tidak menyukainya. Mario telah bersumpah bahwa dia tidak menyinggung siapapun. Dia mengaku hanya mengatakan, "hentikan tendangan mu, janganlah menjadi anak kecil, dan mari kita bermain sepak bola," sambungnya.

Raiola lantas menginginkan Totti dihukum seberat-beratnya. Bukan hanya hukuman larangan bertanding untuk satu laga di Coppa Italia.

"Saya pikir orang rasis sangat bodoh. Jika tindakannya benar-benar terencana, dia harus mendapatkan larangan bertanding selama enam bulan, bukan hanya sebuah suspensi di Coppa Italia," pungkasnya.

Raiola juga menyebut Balotelli punya alasan sendiri mengapa Totti sampai mengasarinya. Lagi-lagi, pernyataan pemain bengal itu terdengar kontroversial.

"Totti adalah striker yang hebat, saya tidak terkejut dia melampiaskan kekesalannya kepada saya karena sekarang, sayalah yang terhebat," kata Balotelli

Terbukti Ronaldo Lebih Hebat dari Messi

Dua pemain terbaik dunia winger Cristiano Ronaldo dan penyerang Barcelona Lionel Messi terus menjadi buah bibir. Topik pembahasan publik sepakbola Eropa selalu membandingkan talenta yang dimiliki keduanya.

Sebagian kalangan menilai kualitas Messi jauh lebih baik dibandingkan Ronaldo. Di pihak lain menolak anggapan tersebut. Hingga kini, CR9 tetap menjadi yang terbaik kendati gelar pemain terbaik dunia 2009 disandang Messi.

Klaim Ronaldo terbaik disampaikan bek Los Galaticos Sergio Ramos. Messi memang selalu mencetak gol untuk Barca. Namun dia harus bertahan untuk menyamai rekor pertandingan spektakuler yang dialami Ronaldo dalam beberapa pertandingan terakhir.

"Ronaldo adalah yang terbaik di dunia. Kami beruntung memiliki dia. Messi berbeda dan saya bermain bersama Ronaldo dan bukan karena saya satu tim di Madrid," kata Ramos seperti dilansir reuters, Jumat (7/5/2010).

Kapasitas keduanya kembali bisa dilihat pada putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan (Afsel). Ronaldo akan membawa bendera Timnas Portugal dan Messi membela Timnas Argentina.

Rp. 411 Millyard Untuk Gerrard

Real Madrid memanfaatkan situasi tak jelas di Liverpool. Mereka sedang berusaha mendapatkan gelandang Steven Gerrard dan siap membelinya dengan harga 30 juta poundsterling, sekitar Rp 411 miliar.

Tiga tahun lalu Madrid juga melakukan pendekatan kepada Gerrard. Namun, Gerrard menolaknya karena suporter Liverpool tak rela. Gerrard juga dua kali menolak tawaran Chelsea.

Saat ini kondisi Liverpool sedang kacau dan keuangan mereka belum juga jelas. Bahkan, masa depan Manajer Rafael Benitez juga masih mengambang.

Benitez terus diisukan akan pindah. Juventus paling getol mengejarnya. Jika ini terjadi, sejumlah pemain bintang kemungkinan akan meninggalkan Anfield. Selain Gerrard, juga Fernando Torres dan Jamie Carragher.

Itu yang dimanfaatkan Real Madrid. Menurut Mirror, mereka terus melakukan pendekatan kepada Gerrard.

Torres Di ijinkan Memilih

Daily Mail memberitakan, Liverpool berniat menjual penyerang Fernando Torres ke Chelsea dengan harga 70 juta poundsterling atau sekitar Rp 970 miliar. Pelatih Rafael Benitez disebut tidak keberatan, asal semua hasil penjualan digunakan untuk belanja pemain baru, bukan dipotong untuk membayar cicilan utang.

Liverpool berutang sekitar 237 juta poundsterling atau sekitar Rp 3,2 triliun rupiah. Pemilik klub, Tom Hicks dan George Gillet kesulitan membayar utang dan memutuskan menjual klub.

Masalahnya, sejauh ini belum ada tawaran yang menjanjikan. Menurut Mirror Football, Hicks bahkan mengatakan, setidaknya butuh waktu dua tahun bagi Liverpool untuk mendapatkan pemilik baru.

Bila terjadi seperti yang diperkirakan Hicks, media-media Inggris meyakini, Liverpool akan melepas sejumlah asetnya, termasuk pemain, untuk menutup biaya operasional musim depan.

Sebagai aset termahal, Torres disebut dipertimbangkan untuk dijadikan tumbal. Liverpool menilai, itu lebih baik ketimbang menjual sejumlah pemain untuk mencapai nilai 70 juta poundsterling itu.

Benitez kemudian disebut keberatan dengan rencana Liverpool. Namun, ia bersedia melunakkan sikapnya, asal Liverpool menyerahkan pengelolaan uang hasil penjualan Torres kepadanya.

Daily Mail juga mengatakan, Benitez akan mendapatkan jawaban atas tuntutan itu, saat bertemu dengan Presiden Liverpool, Martin Broghton, Kamis malam atau Jumat (7/5/2010) dini hari WIB

Minggu, 02 Mei 2010

Terima Kasih Ronaldo

Real Madrid tidak mau ketinggalan dari perburuan gelar bersama Barcelona di penghujung musim ini. Madrid terus menekan Barca, dan kali ini harus susah payah mengalahkan tamunya Osasuna 3-2, di Santiago Bernabeu, Senin (3/5/2010).

Cristiano Ronaldo menjadi pahlawan Real Madrid di pertandingan ini. CR-9 mencetak dua gol dan satu golnya menjadi penentu kemenangan El Real. Madrid sendiri sempat menemukan kebuntuan sebelum akhirnya memetik kemenangan 3-2.

Osasuna langsung menggebrak dan membuat publik stadion terdiam di menit tujuh babak pertama. Adalah Carlos Reina Aranda yang menggetarkan gawang Iker Casillas. Kesalahan Raul Albiol dalam mengantisipasi bola lambung, mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Aranda yang dengan tenang melewati Casillas sebelum menceploskan bola.

Madrid coba membalas melalui aksi sundulan Ronaldo. Sayang tandukan sambil menjatuhkan diri Ronaldo menyambut umpan silang Albiol, masih tipis di atas mistar gawang. Kiper Ricardo melakukan penyelamatan penting, dengan menepis sundulan Kaka di menit 21.

Ronaldo akhirnya memecah kebuntuan di menit 24 dan menyamakan angka menjadi 1-1. Aksi solo run pemain asal Portugal ini, mengecoh barisan belakang Osasuna dan Ronaldo melepaskan tendangan mendatar yang gagal dihalau Ricardo.

Osasuna kembali membuat publik El Real Terdiam. Kali ini tendangan first-time Krisztian Vadocz di menit 42, memaksimalkan umpan Aranda, membuat Casillas tidak bisa berbuat banyak.

Hanya dua menit berselang, Madrid kembali menyamakan skor menjadi 2-2. Bek Marcelo yang melakukan over lap, menyundul umpan matang dari tendangan Esteban Granero.

Di babak kedua, pertandingan menjadi ketat. Kedua tim saling balas menyerang. Madrid sebenarnya memiliki banyak peluang namun tidak ada yang berujung gol. Sebaliknya, Osasuna sedikit bertahan demi membawa pulang satu angka.

Dewi fortuna masih memayungi Madrid di penghujung laga. Adalah Ronaldo yang menjadi pahlawan, setelah sundulannya memanfaatkan umpan Gonzalo Higuain, membuat skor berubah menjadi 3-2.

Madrid masih ada di posisi dua dengan perolehan 89 poin dari 35 laga. Sementara Barcelona ada di posisi puncak dengan mengumpulkan 90 poin. Osasuna ada di posisi 12 dengan poin 39.

Skuad Tim:
OSASUNA: Ricardo, Azpilicueta, Roversio, Sergio, Monreal, Nekounam, Ruper, Juanfran, Camunas, Vadocz, Aranda; Subs: Roberto, Flano, Calleja, Oijer, Punal, Galan, Masoud

MADRID: Casillas, Arbeloa, Albiol, Ramos, Marcelo, Alonso, Gago, Granero, Kaka, Ronaldo, Higuain; Subs: Dudek, Garay, Metzelder, Diarra, Guti, Benzema, Juanfran

Inter di Ambang Juara

Inter Milan belum berhenti melaju menuju gelar Scudetto di musim ini. Inter semakin mendekatkan diri ke tangga juara setelah membungkam Lazio 2-0, di Olimpico Roma, Senin (3/5/2010).

Nerazzurri kokoh di puncak klasemen dengan mengoleksi 76 poin, hasil dari 36 kali berlaga. Inter unggul dua angka dari AS Roma. Sementara Lazio terdesak di posisi 16 dengan perolehan 40 angka. Lazio hanya unggul lima poin dari zona maut.

Bermain di kandang lawan, tidak membuat Inter mengendur. Sebaliknya, tim tamu malah mendapat dua kans mencetak gol di lima menit awal babak pertama. Tendangan Samuel Eto’o dan sundulan Douglas Maicon masih gagal di tangan kiper Fernando Muslera.

Lazio hanya bisa bermain di bawah hegemoni tim besutan Jose Mourinho tersebut. Inter terus mendominasi jalannya pertandingan, namun selalu gagal mencetak gol.

Walter Samuel akhirnya menjadi pemecah kebuntuan di masa injury time. Umpan terukur playmaker Wesley Sneijder, bisa disundul Samuel yang melakukan over lap hingga kotak penalti Lazio.

Di babak kedua, peta pertandingan tidak banyak berubah. Inter masih memegang kendali laga, sementara Lazio hanya sesekali melakukan serangan balik. Tim tamu memastikan kemenangan di menit 69.

Adalah pemain yang dikartu merah di laga semifinal leg kedua Liga Champions melawan Barcelona, Tiago Motta yang mencetak gol. Motta melepaskan sundulan, menyambut umpan tendangan sudut Maicon.

Unggul 2-0 sudah cukup buat Inter menjauh dari kejaran AS Roma. Pemain Inter yang staminanya banyak terkuras kala melawan Barcelona, memilih untuk bermain aman setelah unggul dua gol.


Skuad Tim:
Lazio: Muslera, Biava, Dias, Radu, Brocchi, Mauri, Lichtsteiner, Baronio, Kolarov, Floccari, Zarate

Inter: Cesar, Maicon, Lucio, Samuel, Chivu, Stankovic, Sneijder, Zanetti, Motta, Cambiaso, Eto'o

Sedikit Lagi menuju Juara

Chelsea di ambang juara Premier League 2009-10, setelah berhasil menahg 2-0 atas Liverpool dalam lanjutan Premier League, Minggu (2/5/2010) di Stadion Anfield.

Gol Didier Drogba dan Frank Lampard membuat Chelsea kini mengantongi nilai 83, unggul 4 poin dari saingan terdekat, Manchester United (MU). Jika MU kalah dari Sunderland, maka Chelsea sudah pasti juara. Jika tidak, mereka harus memenangkan partai terakhir lawan Wigan Athletic di Stamford Bridge.

Pertandingan lawan Liverpool itu dinilai sebagai penentu buat Chelsea. Apalagi, Liverpool bukan lawan mudah. Tampil di kandang sendiri, Liverpool berusaha terus menekan. Serangan demi serangan "The Reds" cukup merepotkan Chelsea.

Namun, pada menit ke-33, kapten Steven Gerrard justru membuat kesalahan fatal. Dia kurang cermat dalam memberikan backpass kepada Pepe Reina. Didier Drogba yang bisa membacanya, langsung merebut bola dan membobol gawang Liverpool, setelah mengecoh Reina.

Sejak itu, Chelsea semakin percaya diri. Mereka mulai tampil menyerang dan beberapa kali cukup merepotkan baik lewat Salomon Kalou maupun Didier Drogba. Namun, sampai babak pertama berakhir, kedudukan 1-0 untuk Chelsea tak berubah.

Memasuki babak kedua, Chelsea semakin percaya diri. Mereka berani terus menyerang. Sementara Liverpool cukup kesulitan.

Pada menit ke-54, Chelsea kembali unggul. Sebuah umpan silang Nicolas Anelka gagal dibuang Jamie Carragher. Sehingga, Frank Lampard yang di belakangnya bisa memotong bola ke dalam gawang reina, 2-0.

Carragher tampak cedera dan langsung digantikan Ayala. Liverpool pun berusaha mengejar ketinggalan. Ryan Babel sempat sukses menekan dari sektor kiri dan mendekat ke gawang. Tapi, sebelum menendang, bola dicuri lawan lebih dulu dari belakang.

Serangan Chelsea lebih tajam dan tertata. Pada menit ke-66, tekanan mereka kembali mengancam gawang Liverpool. Sebuah tendangan pertama Florent Malouda keras dan hanya sedikit meleset dari gawang.

Pada menit ke-81, tekanan Chelsea kembali mengancam. Mendapat umpan dari Drogba, Nicolas Anelka menendang bola ke arah gawang. Reina mencoba menangkap, tapi bola lepas. Kalou mengejar, tapi Reina lebih dulu menangkap bola.

Mendekati akhir pertandingan, Chelsea cukup ketat dalam bertahan dan cepat saat menyerang. Lampard dkk pun akhirnya mampu mempertahankan kemenangan 2-0.

Susunan Pemain
Liverpool: 25-Pepe Reina, 16-Sotirios Kyrgiakos, 23-Jamie Carragher (40-Ayala 57), 5-Daniel Agger, 20-Javier Mascherano, 21-Lucas, 8-Steven Gerrard, 18-Dirk Kuyt, 4-Alberto Aquilani (24-David Ngog 77), 15-Yossi Benayoun, 17-Maxi Rodríguez (19-Ryan Babel 42)

Chelsea: 1-Petr Cech, 26-John Terry, 33-Alex, 3-Ashley Cole, 2-Branislav Ivanovic, 13-Michael Ballack, 15-Florent Malouda, 8-Frank Lampard, 21-Salomon Kalou (18-Zhirkov 87), 11-Didier Drogba, 39-Nicolas Anelka (10-Joe Cole 90)

Juve : Bye.... Bye..... Zona Champions

Juventus turun setingkat ke posisi ketujuh klasemen sementara Serie-A, setelah bermain imbang 1-1 dengan Catania, Minggu (2/5/2010). Peringkat keempat kini dihuni Napoli, yang memiliki 56 poin, atau unggul satu angka dari Juventus.

Juventus memang pantas kecewa dengan hasil tersebut. Bermain di kandang lawan, mereka mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang. Namun, sebelum menciptakan gol, mereka malah tertinggal oleh tuan rumah akibat gol Matias Auguste Silvestre pada menit ke-24.

Keadaan tertinggal membuat Juventus semakin ngotot melakukan serangan. Nyaris tanpa hambatan, mereka berhasil menerabas pertahanan lawan dan melepaskan sejumlah tembakan akurat melalui Diego, Paolo De Ceglie, Claudio Marchisio, dan Alessandor Del Piero. Sayangnya, usaha mereka tak cukup kuat menaklukkan kiper Mariano Andujar.

Setelah gagal mengubah kedudukan sampai turun minum, Juventus berusaha melanjutkan dominasi mereka di babak kedua. Usaha mereka akhirnya membuahkan gol penyama kedudukan dari kaki Marchisio pada menit ke-52. Memanfaatkan bola muntah hasil tembakannya sendiri yang diblok Andujar, Marchisio menyepak bola masuk ke sudut kiri bawah gawang.

Gol itu melambungkan kepercayaan diri Juventus. Ditambah sisa waktu yang cukup panjang, mereka menambah intensitas serangan untuk membalik kedudukan.

Livorno menolak masuk dalam perangkap Juventus. Menanggapi bertambahnya tekanan, mereka justru bersikap defensif dan sama sekali melupakan usaha menyerang. Hasilnya, meski gagal menambah gol, mereka berhasil mematahkan usaha Juventus dan menggenggam erat satu angka sampai pertandingan berakhir.

Selama 90 menit, Juventus menguasai bola sebanyak 63 persen dan melepaskan lima tembakan tepat ke gawang dari 22 usaha. Sementara itu, Catania membuat enam peluang emas dari sepuluh percobaan.

Susunan pemain:
Catania: 21-Mariano Andujar; 22-Pablo Alvarez, 23-Christian Terlizzi, 6-Matias Auguste Silvestre, 2-Alessandro Potenza; 19-Adrian Ricchiuti (8-Pablo Martin Ledesma 57), 5-Ezequiel Carboni, 27-Marco Biagianti (3-Nicolas Spolli 68); 11-Gaston Maxi Lopez, 7-Giuseppe Mascara, 13-Mariano Izco (26-Fabio Sciacca 86)
Juventus: 1-Gianluigi Buffon; 29-Paolo De Ceglie, 3-Giorgio Chiellini, 5-Fabio Cannavaro, 15-Jonathan Zebina (7-Hasan Salihamidzic 77); 4-Felipe Melo; 8-Claudio Marchisio, 28-Diego (26-Antonio Candreva 83), 18-Christian Poulsen; 10-Alessandro Del Piero (11-Carvalho De Oliveira Amauri 45), 9-Vincenzo Iaquinta

Sabtu, 01 Mei 2010

Chelsea : Let Do It

Banyak pelatih tim sepak bola yang melakukan “Mind Games” (permainan pikiran) sebagai salah satu taktiknya untuk mengelabui lawan yang akan dihadapinya. Tapi tidak untuk sang pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti.

Pelatih 50 tahun itu menegaskan bahwa “Mind Games” itu bukan caranya untuk bermain di sepak bola. Ketika akan menghadapi Liverpool di Anfield hari Minggu (2/05/2010) nanti, ia lebih memilih fokus pada timnya.

“Saya tidak punya kemampuan untuk itu. Saya punya hal lain untuk dipikirkan seperti mempersiapkan taktik, teknik dan psikis para pemain,” tegasnya seperti dikutip situs resmi klub, Chelseafc.com, Sabtu (1/05/2010).

“Yang terpenting adalah bagaimana punya emosi yang bagus dengan para pemain untuk mengontrol tekanan yang ada dan menjaga atmosfer skuad. Kami memang punya banyak tekanan tapi tidak terlalu banyak. Kami percaya bahwa kami punya kemampuan yang lebih untuk melawan Liverpool,“ tambahnya.

Tahun pertamanya dengan Chelsea, pelatih yang punya karakteristik kalem ini merasa bangga pada hasil yang diperoleh bersama timnya. Ia pun mengakui keberhasilannya juga didukung oleh potensi para pemainnya dalam mencetak gol. Salah satunya Didier Drogba yang berada di jajaran top skor Premiere League dengan 25 gol.

“Saya tidak menyangka untuk musim ini bisa meraih 93 gol. Saya senang karena kami telah berupa untuk terus bermain menyerang dan mempunyai seorang striker yang mampu menciptakan 25 gol musim ini,“ ujarnya dengan bangga.

Fergie : Bantu Kami Liverpool

Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson yakin, Liverpool tidak akan "mengotori" sejarahnya di Liga Inggris dalam duel lanjutan Premier League melawan Chelsea di Anfield, Minggu (2/5/2010). Artinya, Liverpool tetap akan tampil maksimal dan dia berharap akan memenangi pertandingan.

Manchester United menempati peringkat kedua di bawah Chelsea selama dua pekan ini. Fergie sadar, timnya amat bergantung kepada tim lain untuk menghentikan perolehan nilai Chelsea. Fergie menilai, Liverpool adalah tim paling berpotensi mengalahkan skuad besutan Carlo Ancelotti itu.

Jika Chelsea gagal meraih poin maksimal, MU dapat merebut posisi jika mampu mengalahkan Sunderland di Stadium of Light beberapa jam kemudian. Liverpool sendiri musim ini berantakan. Mereka sudah tak mungkin meraih gelar satu pun setelah di semifinal Liga Europa disingkirkan Atletico Madrid.

Hal ini bisa menyebabkan sejumlah pendukung Liverpool justru menekan tim mereka meskipun "The Reds" masih memiliki kesempatan merebut tiket Liga Champions. Akan tetapi, Ferguson yakin, itu tak akan terjadi karena justru akan merugikan Liverpool sendiri.

"Saya yakin, mereka akan berusaha secara maksimal," katanya. "Klub hebat tidak akan membuang sejarah dan tradisi hanya dalam satu pertandingan. Mereka sudah 11 kali masuk final Liga Champions dan telah memenangi 18 gelar (Premier League). Itu adalah sejarah yang fantastis. Anda tidak mungkin membuang itu semua. Para fans juga tahu itu," paparnya.

Liverpool pernah menjadi penentu kesuksesan MU menjuarai Premier League pada musim 1994-1995. Saat itu, MU di peringkat kedua klasemen di bawah Blackburn Rovers. Di pertandingan terakhir, MU berhadapan dengan West Ham di Upton Park. MU meraih kemenangan dan pada saat yang sama Liverpool mengalahkan Blackburn Rovers di Anfield. MU pun tampil sebagai juara.

Ini merupakan kemenangan tak terduga. Pasalnya, Blackburn Rovers saat itu dilatih Kenny Dalglish, legenda Liverpool yang digelari sebutan "King" oleh publik Anfield. "Kami bergantung kepada produktivitas Liverpool dan mereka berhasil melakukannya," kenang Ferguson.

Persoalannya, Liverpool kelelahan. Pada leg kedua semifinal Liga Europa, Steven Gerrard dan kawan-kawan dipaksa bermain 120 menit oleh Atletico Madrid dan akhirnya tersingkir. Butuh kerja ekstra buat Liverpool untuk menundukkan Chelsea yang sedang menanjak.

Sementara itu, MU semakin optimistis bisa mengalahkan Sunderland. Apalagi, Wayne Rooney dan Rio Ferdinand dipastikan akan memperkuat "The Red Devils" setelah pulih dari cedera pangkal paha

Sekilas Iklan

Free Website Hosting