Jumlah Pengunjung

Pencarian

Kamis, 29 April 2010

Forlan Malapetaka Buat Liverpool

Diego Forlan mencetak gol penting yang menggagalkan All English Final di Liga Europa. Berkat golnya, Atletico Madrid hanya kalah 1-2 dari Liverpool pada leg kedua semifinal Liga Europa di Stadion Anfield, Kamis atau Jumat (30/4/2010) dini hari WIB. Atletico lolos ke final, bertemu klub Inggris lainnya, Fulham, yang ke final setelah mengalahkan Hamburg SV.

Hasil itu membuat agregat menjadi 2-2. Namun, Atletico unggul gol tandang. Sebelumnya pada leg pertama, Atletico menang 1-0.

Pada pertandingan leg kedua selama 90 menit berakhir 1-0 untuk Liverpool. Karena agregat sama, dilakukan perpanjangan waktu.

Liverpool unggul lewat Alberto Aquilani pada menit ke-44. Pada masa perpanjangan waktu, Yossi Benayoun menggandakan keuggulan "The Reds" menjadi 2-0 pada menit ke-95. Jika hasil itu bertahan, Liverpool lolos ke final. Namun, Forlan menggagalkannya dengan gol pada menit ke-102.

Pada pertandingan leg kedua Liverpool mencoba langsung menekan pada pertandingan di depan publiknya sendiri. Usaha itu cukup sukses karena Steven Gerrard dan kawan-kawan mampu menekan lawan dan mencetak beberapa peluang.

Sayangnya, tanpa striker murni, Liverpool sering lemah dalam penyelesaian akhir. Bahkan, serangan mereka cenderung menurun karena Atletico mampu membalas tekanan.

Sejak menit ke-17, Atletico mendapatkan kepercayaan diri lagi. Mereka pun terus menekan dan merepotkan pertahanan tuan rumah. Aksi Diego Forlan dan Sergio Aguero beberapa kali membahayakan gawang Pepe Reina.

Pada menit ke-31, Daniel Agger mampu mencetak gol dengan sundulannya. Namun, gol itu dianulir karena dia sudah lebih dulu dalam posisi off-side.

Meski begitu, gol tersebut kembali menyemangati tim. Liverpool bisa menekan lagi, terutama menjelang akhir babak pertama. Aksi Yossi Benayoun dari sayap kanan mampu mengirim umpan ke depan gawang Atletico. Dirk Kuyt gagal menjangkau, tetapi Alberto Aquilani berhasil memotong bola dan gol.

Memasuki babak kedua, Liverpool berusaha menambah gol untuk memastikan lolos ke babak final. Namun, Atletico memberikan perlawanan ketat. Meski beberapa peluang dari kedua kubu tercipta, sampai 90 menit berakhir tak ada gol yang tercipta. Agregat 1-1 memaksa pertandingan diperpanjang dua kali 15 menit.

Gol Benayoun pada menit ke-95 sebenarnya sudah cukup mengantar Liverpool ke final jika mampu mempertahankannya sampai pertandingan selesai. Namun, pertahanan Liverpool gagal menahan gempuran-gempuran Atletico.

Pada menit ke-102, Glen Johnson mampu menahan laju Antonio Reyes. Namun, bola segera dicuri Diego Forlan dan segera menendang ke gawang. Pepe Reina gagal menghalau sehingga Atletico memperkecil ketinggalan 1-2. Gol itu pula yang memastikan Atletico ke final sekaligus menggagalkan All English Final.

Susunan pemain
Liveprool: 25-Pepe Reina, 23-Jamie Carragher, 2-Glen Johnson, 5-Daniel Agger, 8-Steven Gerrard, 4-Alberto Aquilani, 15-Yossi Benayoun, 20-Javier Mascherano, 21-Lucas, 18-Dirk Kuyt, 19-Ryan Babel

Atletico Madrid: 43-David De Egea, 3-Antonio López, 21-Luis Perea, 18-Alvaro Soto Dominguez, 20-Simao, 12-Paulo Assuncao, 2-Valera, 8-Raul Garcia, 19-Antonio Reyes, 7-Diego Forlan, 10-Sergio Aguero

Fulham To Final

Pelatih Fulham, Roy Hodgson, bahagia membawa timnya untuk pertama kalinya masuk final Liga Europa (dulu Piala UEFA, Red). Baginya, ini perjalanan yang mengagumkan, karena Fulham mampu melewati banyak lawan berat.

Fulham memastikan ke final Liga Europa setelah menang 2-1 atas Hamburg SV di leg kedua semifinal Liga Europa. Pada leg sebelumnya di kandang Hamburg, Fulham menahan tuan rumah 0-0.

Untuk mencapai final, Fulham tampil cukup menawan. Mereka mengalahkan juara bertahan Shakhtar Donetsk, Juventus, dan Wolfsburg. Kini, mereka tinggal satu langkah untuk mencetak sejarah lebih besar. Di final, Fulham akan menghadapi Atletico Madrid.

"Saya kira tim kami tampil luar biasa. Kami tertinggal lebih dulu dan lawan memiliki keuntungan karena mencetak gol tandang. Mungkin akan mudah dengan menyerah dan menundukkan kepala. Tapi, kami tak melakukan hal itu dan bangkit untuk mengejar ketinggalan. Saya kira, kemenangan ini amat bernilai," kata Hodgson.

Hamburg mencetak gol lebih dulu lewat Mladen Petric. Namun, Simon Davies dan Zoltan Gera kemudian mencetak gol dan membawa timnya menang 2-1.

"Karakter kami telah terbukti dari waktu ke waktu sebagai tim yang baik. Tim ini membuat saya sering kaget dengan caranya berjuang. Kami bermain begitu bersemangat dan tak sadar ternyata kami sudah tampil 59 pertandingan di musim ini," puji Hodgson.

Dua tahun lalu, Fulham nyaris degradasi. Hodgson kemudian direkrut. Fulham pun selamat dari degradasi pada musim 2007-08. Kini, Fulham semakin tampil konsisten. Di Premier League, mereka berada di urutan ke-12.

"Kami seperti melakukan perjalanan yang mengagumkan. Sebagai pelatih, saya benar-benar bangga. Ssaya termasuk beruntung karena mengalami momen-momen indah dalam karier saya," ujarnya.

Rabu, 28 April 2010

Hari yang Special Bagi The Special One

Tidak ada yang lebih menggembirakan bagi Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho, selain kesuksesan timnya menyingkirkan Barcelona di semifinal Liga Champions. Kesuksesan itu melebihi kebanggaan yang pernah diraihnya ketika juara turnamen itu pada 2004.

Inter secara dramatis menggusur sang juara bertahan meski kalah 0-1 pada leg kedua semifinal Liga Champions di Camp Nou, Rabu (28/4/2010). Hasil itu tak memengaruhi jalan Inter ke final karena mereka menang agregat 3-2.

Setelah wasit meniup peluit tanda laga berakhir, ofisial Inter termasuk Mourinho merangsek ke lapangan untuk merayakan keberhasilan tersebut. Mourinho sempat bersitegang dengan kiper Barca, Victor Valdes, setelah ia mengacungkan tangannya ke arah suporter Inter.

"Ini kebahagiaan luar biasa. Saya pernah menjuarai Liga Champions (bersama Porto pada 2004), tapi saya harus bilang bahwa hari ini lebih baik daripada memenangi Liga Champions," kata Mourinho kepada Rai TV.

Dengan kemenangan ini, Inter berhak lolos ke final pertama sejak 38 tahun silam. Final terakhir Inter di Eropa terjadi pada 1972, yakni ketika mereka kalah 0-2 dari Ajax Amsterdam.

Olic Tukang Gedor baru Muenchen

GAYA permainannya dianggap mirip dengan Wayne Rooney. Namun, dia terlambat populer. Baru setelah membela Bayern Muenchen, Olic membelalakkan mata dunia bahwa dia penyerang hebat. Penggedor yang selalu membahayakan pertahanan lawan.

Hat-trick yang dia cetak kala membawa Bayern Muenchen menang 3-0 atas Olympique Lyonnais dan lolos ke final Liga Champions, makin meyakinkan dunia atas kemampuannya. Ini masa terindah dalam karier pemain kelahiran Davor, Kroasia itu, meski umurnya sudah keburu 30 tahun.

Selama Liga Champions ini, dia sudah tampil 9 kali dan telah membukukan 7 gol. Sebuah prestasi mengagumkan. Apalagi, sebelumnya dia juga mencetak gol kemenangan 2-1 atas tim berat Manchester United di leg pertama. Di leg kedua, dia kembali mencetak gol pada pertandingan yang berakhir 2-3 untuk MU. Namun, Bayern lolos ke semifinal karena unggul gol tandang.

Bayern mendapatkan Olic dengan gratis dari Hamburg SV pada Januari 2009. Hamburg terkesan kurang percaya kepadanya, hingga kontraknya tak diperpanjang. Bayern pun juga tak menganggapnya pemain istimewa, sehingga hanya menjadi pemain pengganti Miroslav Klose atau Mario Gomez.

Namun, cedera yang dialami kedua striker utama itu memberi tempat buat Olic. Dia langsung menunjukkan kemampuannya. Permainannya membuat serangan Bayern di bawah pelatih Louis van Gaal teramat tajam.

Olic merupakan pemain serba bisa. Dia bertenaga, ngotot, dan punya naluri gol yang kuat. Dia tak hanya bisa berposisi sebagai penyerang murni, tapi juga pemain sayap. Banyak orang menilai gaya permainannya mirip Wayne Rooney.

Kamampuan seperti itu sebenarnya sudah membuatnya populer di negerinya di awal karier. Membela Marsonia, dia menunjukkan bakat besar. Pada 1998, dia dibeli Hertha Berlin. Tapi, rupanya dia kurang mendapat kepercayaan dan dikembalikan ke Marsonia pada 2000.

Olic langsung menjawab dengan penampilan gemilang. Dia mencetak 17 gol dari 29 penampilan pada musim 2000-01. Musim berikutnya dia pindah ke NK Zagreb, mencetak 21 gol dari 28 penampilan. Musim 2002-03, dia pindah ke Dinamo Zagreb, mencetak 16 gol dari 27 penampilan. Dia pun terpilih sebagai striker terbaik Kroasia.

Permainan dan ketajaman yang stabil itu membuat CSKA Moskva pada 2003. Membela klub Rusia itu sampai 2007, dia ikut menyumbangkan gelar Liga Rusia (2003, 2005, dan 2006), Piala Rusia (2005 dan 2006), Piala Super Rusia (2004 dan 2006). Yang paling fenomenal, dia membawa CSKA juara Piala UEFA 2005.

Ini yang membuat Hamburg kepincut dan membelinya pada Januari 2007. Dia menjadi pemain Hamburg pertama yang mencetak hat-trick di satu babak saat melawan Alemannia Aachen. Hamburg akhirnya menang 4-0.

Olic dibeli Hamburg saat tim itu berada di zona degradasi. Setelah kehadirannya, Hamburg langsung tampil gemilang dan akhirnya berada di urutan ke-7 klasemen akhir Bundesliga 1. Dia juga ikut membawa Hamburg juara Piala Emirates pada 2008. Namun, Hamburg tampaknya kurang yakin atas kemampuannya, sehingga dibiarkan bebas pindah ke Bayearn.

"FC Hollywood" pun mendapat berkah. Kini, Bayern menuai hasil dari permainan Olic sebagai penggedor yang berbahaya. Kontribusinya tak hanya gol. Aksinya menekan lawan membuat serangan Bayern sering menjadi mudah.

Senin, 26 April 2010

Lyon : Segalanya masih mungkin terjadi di lapangan

Pada Pertandingan tersebut Olimpique Lyon tak dapat menunjukkan gaya permainan sewaktu mereka menyingkirkan Real Madrid dan Bordeaux. Claude Puel pun mengakui anak buahnya terlalu sering kehilangan bola.

"Kami memulainya dengan baik, tetapi lebih sering kehilangan bola dan di babak kedua kami terlalu lemah dalam perebutan bola," tutur Puel pada espnstar.com, Kamis, (22/4).

Insiden kartu merah yang diterima Ribery pada menit ke-37 sebenarnya membawa angin segar bagi permainan lapangan tengah OL, namun para punggawa Les Gones tak mampu memaksimalkan keadaan tersebut. Malahan, pada menit ke-57 giliran Jeremy Toulalan diganjar kartu merah oleh wasit Roberto Rosseti. Hal ini membuat Olympique Lyon kembali mengalami kesulitan untuk mengembangkan permainannya.

"Kartu merah Ribery membuat kami dapat mengontrol permainan, namun begitu salah satu pemain kami juga terkena kartu merah, permainan menjadi sangat sulit."

Walau anak asuhnya kalah pada partai tandang tersebut, pelatih yang menukangi Les Gones sejak Februari 2007 ini yakin masih memiliki peluang untuk bisa lolos ke final.

Ibra : Selisih 2 Gol itu gampang

Jika ingin maju ke babak final dan mempertahankan gelar juara Liga Champion, Barcelona harus mampu mengalahkan Internazionale Milan pada pertandingan leg kedua babak semifinal Liga Champion, Kamis (29/4) dinihari wib. Tugas berat bagi El Blaugrana mengingat mereka mesti mengejar defisit 2 gol atas La Beneamata. Perihal kondisi ini Zlatan Ibrahimovic mempunyai pandangan. Striker jangkung berusia 28 tahun itu yakin timnya dapat membalikkan keadaan dan memenangkan tiket ke final Liga Champion.

Seperti yang diberitakan Mundo Deportivo, Selasa (27/4), Ibra berkomentar " Saya yakin kami (Barcelona) dapat bermain di Bernabeu (final Liga Champion). Saya percaya pada diri saya dan pada tim ini (Barcelona). Selain itu, kami yakin pada kemampuan kami dan telah menyiapkan diri menghadapi mereka (Inter Milan),"

Sementara itu, presiden kehormatan Barcelona, Johan Cruyff memberikan kiat bagi Barcelona agar dapat menang pada pertandingan babak semifinal Liga Champion tersebut. Legenda Barcelona asal Belanda itu menyatakan bahwa pemain-pemain Barcelona mesti menekan semua pemain Inter Milan. Hal ini dilakukan agar para pemain Nerazzurri tidak dapat mengontrol bola dengan mudah. Mantan pelatih Barcelona ini juga mengkritik kepemimpinan wasit pada pertemuan pertama.

"Saya selalu menghormati semua keputusan wasit. Namun, pada leg pertama kemarin (21/4) saya melihat wasit beberapa kali melakukan kesalahan dan itu sangat jelas terlihat," kata Cryuff pada El Peridico, Selasa, (27/4).

Pada pertemuan kedua ini The Catalans akan bertindak selaku tuan rumah. Dukungan dari fans Blaugrana sangat dibutuhkan untuk memompa semangat pasukan Pep Guardiola guna menghadapi serbuan anak asuh Jose Mourinho. Kedua tim ini sebenarnya mempunyai motivasi yang sangat kuat, Barcelona tampil sebagai juara bertahan sedangkan Internazionale Milan memiliki ambisi untuk merasakan final Liga Champion untuk pertama kalinya sejak 1972.

Sampdoria menghentikan ambisi Roma

Hasrat AS Roma untuk kembali memuncaki klasemen Serie A sirna. Pasalnya, Sampdoria berhasil membungkam skuad asuhan Claudio Ranieri itu dengan skor 2-1 di Stadion Olimpico, Senin (26/4/2010) dini hari WIB.

Hasil ini, maka Francesco Totti dkk hanya mengumpulkan 71 poin dari 35 pertandingan. Il Lupi tertinggal dua angka dari pemuncak klasemen sekaligus sang juara bertahan Inter Milan yang mengoleksi 73 poin.

Awalnya, Roma yang berambisi merebut kembali puncak klasemen Serie A, mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, pertandingan baru berjalan 15 menit, Serigala Roma mampu unggul 1-0 lewat gol yang dilesatkan Totti.

Berawal dari pergerakan Mirko Vucinic di sebelah kiri, yang kemudian mengirimkan umpan kepada Totti. Dengan mudah, kapten Roma itu membuat kiper Sampdoria Marco Storari tidak berdaya.

Praktis, gol itu semakin membakar semangat juang Roma. Peluang kembali dimiliki Il Lupi melalui Vucinic. Sayang, sepakan bomber Montenegro itu masih mampu diselamatkan Storari yang tampil gemilang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Sampdoria berusaha bangkit di babak kedua. Pelatih Luigi Del Neri melakukan sejumlah pergantian dengan memasukkan Tissone dan Manini untuk mempersegar lini tengah Il Samp. Taktik yang dilancarkan cukup jitu.

Pasalnya, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 52 lewat sundulan Gianpaolo Pazzini. Bomber internasional Italia itu memanfaatkan umpan silang Antonio Cassano untuk menanduk bola ke gawang Julio Sergio.

Ranieri berusaha tampil menyerang dengan memasukkan Luca Toni dan Rodrigo Taddei. Sebenarnya, Toni sempat menjebol gawang Storari menit 74. Sayang, wasit menganulir karena Toni sudah berada pada posisi offside.

Akhirnya, Sampdoria berhasil memastikan kemenangan lewat gol sumbangan Pazzini.
Lepas dari penjagaan John Arne Rise, Pazzini mampu meneruskan sebuah umpan manis yang dikirim pemain pengganti Manini. 2-1 Sampdoria menang.

Susunan Pemain:
Roma: Sergio, Cassetti (Taddei 74), Burdisso, Juan, Riise, De Rossi, Pizarro, Menez, Perrotta (Toni 67), Vucinic, Totti.

Sampdoria: Storari, Zauri, Gastaldello, Lucchini, Ziegler, Palombo, Poli (Tissone 45), Semioli, Guberti (Manini 45), Cassano (Testardi 82), Pazzini.

Minggu, 25 April 2010

Demo Para Suporter Indonesia Minta Ketua Umum PSSI MUNDUR

Suporter Indonesia melakukan aksi unjuk rasa Sebelum laga Liga Super Indonesia, antara Persija Jakarta kontra Persiba, di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (25/4/2010). Mereka menuntut keras agar Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, beserta jajaran kepengurusannya untuk mundur.

Suporter Indonesia, yanmg merupakan koalisi kelompok pendukung Singamania (Pendukung Sriwijaya FC), Persis Solo (Pasoepati), dan The Jakmania (Persija Jakarta), memulai aksinya di Hall Basket kawasan Stadion Gelora Bung Karno.

etelah melakukan orasi, mereka melanjutkan aksinya di depan kantor PSSI. Beberapa anggota "The Jak Mania" menyegel pagar kantor PSSI. mereka juga membuat kuburan serta melakukan aksi tabur bunga.

Saat ditemui wartawan, Sekretaris Umum The Jak Mania, Richard Acmad, menegaskan aksi ini bukan hanya aksi yang dipekrasai "The Jak Mania".Namun, para suporter Indonesia.


"Kami sudah melakukan konsilidasi dengan beberapa suporter saat Piala Indonesia. Seharusnya teman-teman suporter lain hadir. Namun yang hadir hanya Singamania dan Pasoepati," jelas Richard.

"Nurdin Halid turun menjadi harga mati. Sebelum April, Nurdin Halid harus mundur," tegas Rachmad. "Kami bicara nasional dan bukan Persija saja," imbuhnya.

Bahkan, kata Rachmad, suporter Indonesia akan memanfaatkan kunjungan Presiden FIFA, Sepp Blatter, ke Indonesia, untuk mendesak badan otoritas sepak bola tertinggi di dunia itu untuk turun tangan.

Terakhir, Indonesia meraih mendali emas sepak bola di SEA Games Manila, Filiphina, pada 1991 silam. Setelah prestasi skuad Merah Putih terjun bebas. Inilah yang kemudian menjadi penyebab pecinta sepak bola menuntut Nurdin mundur.

Atletico Jaya , Tenerife terbenam

Tenerife makin terbenam di zona degradasi setelah dihajar 1-3 oleh tuan rumah Atletico Madrid pada lanjutan duel Liga Divisi Primera, Minggu (25/4/2010). Kekalahan ini memaku Tenerife di peringkat 19 dengan 32 poin, tertinggal dua poin dari Malaga di peringkat 17.

Tadinya jika sanggup memenangi pertandingan ini, Tenerife akan keluar dari zona degradasi. Sayang, target itu gagal diraih Mikel Allonso dan kawan-kawan.

Di babak pertama Atletico tampil efektif. Meski gagal mendominasi pertandingan, setiap serangan Atletico selalu membahayakan gawang Tenerife. Pada menit kesepuluh, misalnya, Eduardo Salvio sukses membobol gawang Tenerife melalui serangan balik cepat. Gol ini diawali tembakan Sergio Aguero dari luar kotak penalti yang ditepis kiper Sergio Aragoneses. Bola liar langsung disambar Salvio untuk membuka keunggulan tuan rumah, 1-0 untuk Atletico.

Tujuh menit berselang, Jose Jurado nyaris menggandakan keunggulan tuan rumah. Serangan balik yang dikomandoi Aguero melahirkan umpan matang ke Jurado di kotak penalti. Tanpa ragu, ia langsung menembakkan bola dengan keras ke gawang Tenerife. Sayang, usahanya itu mampu dimentahkan mistar gawang.

Publik Vicente Calderon akhirnya kembali bergemuruh di menit ke-31 setelah Salvio mencetak gol keduanya di pertandingan ini. Juan Valera yang lolos dari perangkap off-side di sayap kanan melepas umpan datar ke kotak penalti. Salvio yang sudah menunggu bola langsung menghajarnya ke pojok kanan atas gawang Aragoneses, 2-0 untuk tuan rumah. Skor ini bertahan hingga jeda.

Di paruh kedua, Tenerife langsung tancap gas. Baru dua menit berjalan, Juanlu nyaris membobol gawang tuan rumah. Umpan Alejandro Alfaro kepada Juanlu langsung ditembakannya dengan keras ke gawang David De Gea. Apes bagi Juanlu, bola masih membentur mistar gawang Atletico.

Serangan demi serangan terus dibangun kubu Tenerife hingga akhirnya tim tamu berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Roman di menit ke-60. Gol ini menambah semangat Tenerife untuk mengejar ketertinggalan. Tim tamu pun langsung menyerang pertahanan Atletico secara frontal.

Sialnya, sedang asyik menyerang, Tenerife malah kecolongan oleh gol Aguero di menit ke-79. Striker 21 tahun itu dengan tenang mengontrol umpan terobosan Diego Forlan dari tengah lapangan dan melepaskan bola ke gawang Aragoneses.

Susunan pemain
Atletico Madrid: De Gea; Dominguez Soto, Perea, Lopez, Valera; Tiago, Camacho, Reyes (Forlan 74), Salvio; Aguero, Jurado (Simao 73)

Tenerife: Aragoneses; Sicilia, Culebras, Cabrera, Bertran; Roman, Alonso, Martinez, Alfaro (Kome 62); Ayoze (Angel 62), Lorite

Juve : Kami Masih Belum Habis

Pelatih Juventus, Alberto Zaccheroni, puas karena timnya telah membuktikan kualitas yang sebenarnya saat membantai Bari 3-0, Minggu (25/4/2010).

Menurut Zac, fisik pemain Juve yang telah pulih turut membantu penampilan timnya. "Saya bahagia dengan hasil ini. Juventus telah tumbuh dalam hal fisik dan saya pikir kelebihan itu terlihat nyata di babak kedua. Kami terus menekan Bari di lini tengah selama pertandingan berlangsung," kata Zac seusai pertandingan.

Juventus tampil elegan di babak kedua setelah Vincenzo Iaquinta masuk ke lapangan. Kerja sama yang terjalin antara Diego Ribas dan Iaquinta pun mendapat pujian dari Zaccheroni.

"Saya telah mengatakan sejak beberapa bulan lalu bahwa Juventus sebenarnya memiliki kualitas yang bagus dan kita bisa melihat yang terbaik dari Diego saat ia bermain bersama Iaquinta. Hari ini performa mereka memastikan pendapat saya tersebut," lanjut mantan pelatin AC Milan itu.

"Sekarang kami telah memenuhi standar fisik sebuah tim dan kami dalam kondisi baik. Saya harap tim ini akan terus berkembang," pungkas Zac.

Juve sendiri kini berada di peringkat kelima dengan 54 poin, atau kalah empat angka dari Palermo di posisi keempat. Dengan sisa tiga pertandingan, peluang Juve untuk lolos ke Liga Champions masih terbuka.

7 - 0 = Fantastic Chelsea

Gelandang sekaligus kapten Chelsea Frank Lampard menilai kemenangan 7-0 atas Stoke City adalah hal wajar. Kini "The Blues" diuntungkan dengan banyaknya selisih gol.

Dalam pertandingan kandang tersebut, Chelsea unggul segala-galanya dibanding "The Potters". Meski awalnya dipersulit kiper Thomas Sorensen, pelan tapi pasti "The Pensioners" dapat mengubah setiap kesempatan menjadi gol.

Ditandai dengan tiga gol Salomon Kalou, "The Blues" bahkan bisa unggul lebih banyak lagi. Selain kesempatan pertama yang diraih oleh Ashley Cole, Chelsea juga merelakan dua peluang emas Florent Malouda terlewatkan di babak kedua.

"Kurasa 7-0 adalah hasil fair berkat banyaknya peluang yang kami ciptakan dan cara kami bermain," kata Lampard, yang mencetak dua gol di laga tersebut. "Selisih gol kini menjadi keuntungan kami, tapi kami masih harus menang di dua laga terakhir."

Kemenangan Chelsea itu mengembalikan Chelsea ke posisi teratas Liga Inggris dengan selisih satu angka di atas Manchester United. Selain menang angka, Chelsea juga unggul tujuh selisih gol di atas MU. Ini akan sangat menguntungkan Chelsea karena mereka akan menang jika kedua tim memiliki nilai sama di akhir musim

Sabtu, 24 April 2010

M.U kembali ke Track Juara

Manchester United kembali membuktikan kekuatannya di hadapan Tottenham Hotspur. Di kandang sendiri, Sabtu (24/4/2010), MU menang telak 3-1. Kemenangan ini membawa mereka ke puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan nilai 79.

Meski berhasil mencetak tiga gol di Old Trafford, tidak mudah bagi "The Red Devils" untuk menaklukkan tamunya. Selain karena sikap mengotot Spurs, MU dipersulit oleh absennya striker Wayne Rooney, yang mengalami cedera pangkal paha.

Di bawah kendali Dimitar Berbatov, serangan "Setan Merah" hingga 20 menit pertama tampak datar-datar saja. Tikaman MU justru lebih sering datang dari barisan kedua. Berbatov baru memperlihatkan taringnya setelah setengah jam permainan. Kesempatan pertama gagal ketika tendangan jarak dekatnya diblok oleh Ledley King.

Sebaliknya, Tottenham juga kesulitan membangun serangan. Permainan Bale dan Jermain Defoe yang ngotot sempat merepotkan barisan belakang MU. Walau demikian, skor tetap 0-0 hingga babak pertama usai.

Pada paruh kedua, MU langsung tancap gas. Serangan kembali ditunjukkan oleh Ryan Giggs dan rekannya yang berada sejajar. Darren Fletcher hampir saja membuat MU unggul ketika bola sundulan Berbatov mendekatinya. Namun, pemain gelandang itu gagal menjangkau bola.

Setelah sepuluh menit berjalan, tuan rumah mendapat hadiah penalti. Pelanggaran terhadap Patrice Evra di kotak penalti mengantarkan Giggs menjadi algojo di titik putih. Dengan tendangan kerasnya, Giggs mengirim bola ke pojok kiri.

Keunggulan MU itu hanya berlangsung sepuluh menit. Spurs mendapat kesempatan sepak pojok pada menit ke-70 dan kiper Edwin van der Sar hanya bisa terperangah melihat sundulan King yang melayang ke pojok kanan.

Skor imbang semakin membuat tim tamu yakin dapat mencetak gol. Namun, keputusan Pelatih Sir Alex Ferguson yang mengganti Rafael da Silva dengan Federico Macheda berbuah gol kedua untuk MU. Seusai mendapat umpan terobosan Macheda pada menit ke-80, Nani mencongkel bola melewati kepala kiper Heurelho Gomes. Gol cantik itu membawa MU unggul 2-1.

Empat menit menjelang bubar, MU kembali mendapat hadiah penalti untuk kedua kalinya. Lagi-lagi Giggs maju ke titik putih dan kembali berhasil memperdaya Gomes. Skor 3-1 bertahan sampai laga bubar.

Susunan pemain:
Man Utd: Van der Sar; Rafael (Macheda 80), Vidic, Evans, Evra (O Shea 67); Fletcher, Scholes, Giggs, Valencia (Carrick 59), Nani; Berbatov.

Tottenham: Gomes; Assou-Ekotto, Dawson, King, Bale; Bentley (Lennon 66), Huddlestone, Palacios, Modric; Defoe (Gudjohnsen 55), Pavlyuchenko (Crouch 75).

Kaka : I Back For The Winner

Sebelumnya, gelandang menyerang Real Madrid tersebut sempat menghilang selama sebulan lebih akibat cedera yang dialaminya saat menghadapi Olympique Lyon pada leg pertama babak perempat final Liga Champion 10 Maret lalu. Walaupun sempat dikabarkan telah sembuh beberapa waktu lalu, Kaka kemudian kembali menghilang bersama Karim Benzema.

Namun, berdasarkan berita terakhir dari situs resmi El Real, Kaka dinyatakan telah pulih 100 % dan dinyatakan siap kembali bermain saat Los Galacticos berhadapan dengan Real Zaragoza Sabtu (24/4) lusa.

Pemain lain yang juga dinyatakan telah pulih adalah Raul. Sebelumnya, striker sekaligus winger kesayangan suporter Madrid sempat absen lama karena mengalami cedera saat Los Blancos berhadapan dengan Barcelona. Dengan cedera tersebut, sang pangeran Real Madrid, absen saat anak asuh Pellegrini berhadapan dengan Almeria dan Valencia.

Pemain lain yang juga dipanggil Pellegrini untuk menghadapi Zaragosa adalah: Casillas, Dudek, Arbeloa, Ramos, Gago, Diarra, Raúl, Kaká, Cristiano Ronaldo, Lass, Benzema, Marcelo, Guti, Garay, Higuaín, Metzelder, Xabi Alonso, Van der Vaart dan Granero.

Kami Masih Mungkin Juara !!!

Pelatih Manchester United, Alex Ferguson, mengatakan, situasi kamar ganti Old Trafford kembali hidup oleh semangat menjuarai Premier League, menyusul tumbangnya Chelsea oleh Tottenham Hotspur akhir pekan lagi. Ia pun mengaku yakin, MU mampu menambah tekanan kepada Chelsea dengan mengalahkan Tottenham Hotspur, Sabtu (24/4/2010) dan merebut puncak klasemen.

MU sempat tersurut di posisi kedua dengan selisih empat angka dari Chelsea di puncak klasemen dan terancam puas gelar. Namun, pekan lalu, sementara Chelsea kalah dari "Spurs", MU mendulang poin krusial dengan mengalahkan Manchester City.

Kini, dengan sisa tiga pertandingan lagi, meski masih berada di posisi kedua, MU mengoleksi 76 poin atau cuma kalah satu angka dari Chelsea. Pekan ini, jadwal menentukan MU akan bermain lebih dulu dibanding Chelsea, yang akan menghadapi Stoke City, Minggu (25/4/2010).

Ferguson mengerti, grafik Tottenham sedang meningkat. Dalam dua laga terakhirnya, mereka mampu mendulang kemenangan atas Arsenal dan Chelsea. Namun, menurutnya, dua laga itu telah menguras energi Tottenham dan pekan ini merupakan waktu yang tepat bagi MU mengambil keuntungan.

"Ada lonjakan moral di markas kami pekan ini. Suasana pusat latihan kami memang selalu hebat dari tahun ke tahun. Namun, itu menjadi semakin hebat karena (hasil Premier League) pekan lalu dan perubahan ini sangat menonjol. Sekarang situasi sangat kompetitif. Energi para pemain terisi dan terangkat. Saya memercayai mereka dan saya berharap mereka bisa melakukannya untuk saya lagi," ungkap Ferguson.

"Chelsea memiliki banyak pemain berpengalaman. Namun tekanan mendatangi mereka tahun ini. Ini akan membuat pemain dan pendukung gugup. Sejumlah pemain gugup dan itu tak perlu dipertanyakan. Itu terjadi," tandasnya.

Kamis, 22 April 2010

Benitez , Torres -----> Juventus ???

Media-media Italia mengklaim, Pelatih Liverpool Rafael Benitez bakal pindah ke Juventus akhir musim ini, dengan membawa serta anak didik kesayangannya, Fernando Torres, dan asistennya, Sammy Lee.

Sejauh ini, baik Benitez maupun Torres menyatakan setia kepada "The Reds". Liverpool sendiri siap mempertahankan Benitez dan pemain pentingnya. Namun, krisis keuangan dan sulitnya klub mendapatkan investor baru tetap membuat masa depan setiap orang di Anfield terancam.

Di sisi lain, Juventus membutuhkan pelatih yang bisa mengembalikan nama besar mereka. Meski Benitez tak sangat bersinar bersama Liverpool musim ini, Juventus tetap menghargainya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia.

Menurut media-media Italia, Juventus siap mengucurkan anggaran transfer besar bila Benitez mau datang. Benitez boleh membeli pemain yang dinilainya tepat bagi Juventus, sekaligus mendepak mereka yang kurang berkontribusi.

Benitez kemudian disebut bakal menerima pinangan Juventus dan Torres menduduki posisi pertama dalam daftar belanja Benitez. Juventus pun disebut siap menebus harga jual Torres yang, menurut Transfermarkt, mencapai 45 juta poundsterling atau sekitar Rp 625 miliar

GOAL aneh yg Bungkam Liverpool

Pelatih Liverpool, Rafael Benitez, mengaku kecewa karena timnya kecolongan gol aneh dan kalah 0-1 dari Atletico Madrid, pada leg pertama semifinal Liga Europa, di Vicente Calderon, Kamis (22/4/2010). Meski begitu, ia menyatakan tetap optimistis, Liverpool bisa membalik keadaan di leg kedua dan lolos ke final.

Gol tunggal Atletico dicetak oleh penyerang Diego Forlan pada menit kesembilan. Gol bermula dari umpan silang Jurado yang gagal diantisipasi bek Jamie Carragher dan Sotirios Kyrgiakos. Forlan mencoba menanduk bola, namun meleset. Toh, ia berhasil menguasai bola dan mengempaskannya ke gawang Pepe Reina.

"Kami kecewa karena kemasukan gol aneh dan kami tak mencetak gol. Anda selalu ingin mencetak gol. Ini baru separuh jalan dan laga kedua akan dimainkan di Anfield (Kamis, 29 April mendatang). Jadi, kami berharap (menang di sana)," ujar Benitez.

Terlepas dari itu, Liverpool sendiri bermain kurang meyakinkan. Selama 90 menit, Liverpool cuma menguasai bola sebanyak 40 persen dan melepaskan tiga tembakan yang tak satu pun tepat sasaran. Bandingkan dengan Atletico, yang menciptakan empat peluang emas dari tujuh usaha.

Rabu, 21 April 2010

Tidak Ada yg Mustahil buat Lyon

Untuk maju ke babak selanjutnya Lyon tentunya harus bisa mengalahkan Muenchen di leg pertama semifinal yang akan berlangsung di Allianz Arena Kamis (22/4) dini hari nanti wib. Dengan kemenangan tersebut, maka Lyon dapat bermain sedikit tenang pada leg kedua yang diadakan di kandang mereka sendiri, Stade de Gerland.

"Semuanya mungkin saja terjadi, bagi kami maupun bagi Muenchen. Adalah sangat penting untuk fokus pada pertandingan pertama (leg pertama) dan tidak terhipnotis oleh pertandingan kedua (leg kedua). Memang sangat menyenangkan berada di semifinal, tetapi itu bukanlah target. Saya berpikir bahwa itu juga bukan target pemain-pemain kami. Bayern adalah tim yang besar dan semuanya akan menjadi sangat rumit," ujar Puel pada konferensi pers sebelum pertandingan.

Namun, harapan Lyon untuk dapat mengalahkan Muenchen tentunya tidak akan mudah untuk dilaksanakan. Selain dihambat oleh kondisi fisik karena telah melakukan perjalanan 10 jam lebih dari Prancis ke jerman dengan bus akibat tidak bisa menggunakan pesawat karena terganggu oleh abu letusan gunung Eyjafjallajokull, Lyon juga mengalami krisis pemain di sektor pertahanan mereka.

Beberapa pemain seperti Jean-Alain Boumsong, Mathieu Bodmer dan Dejan Lovren, harus absen karena akumulasi kartu kuning. Pemain lainnya seperti Aly Cissokho, Cesar Delgado, Maxime Gonalons, Kim Kallstrom, Cris, Miralem Pjanic dan Jeremy Toulalan juga terancam hukuman jika mereka mendapatkan kartu kuning pada pertandingan yang akan ditonton oleh 60.000 lebih penonton itu.

Untungnya, beberapa pemain penting yang awalnya diperkirakan absen karena cedera, ternyata dapat kembali tampil pada laga penuh sejarah bagi Lyon itu. Beberapa pemain seperti Jean Il Makoun dan Lisandro Lopez dinyatakan bisa tampil setelah sebelumnya mengalami cedera.

Selasa, 20 April 2010

Lyon The Next

Winger Bayern Muenchen, Arjen Robben, menyatakan bahwa timnya telah siap menghadapi Olympique Lyon pada leg pertama babak semifinal Liga Champions, Rabu (21/4/2010) di Allianz Arena. Kemenangan besar 7-0 dari Hannover 96 telah membuat kepercayaan diri "FC Hollywood" membumbung tinggi.

Bayern tampil luar biasa ketika membantai Hannover, Sabtu (17/4/2010). Robben dan kawan-kawan tampil menggila dengan mencetak tujuh gol tanpa balas ke gawang Florian Fromlowitz. Tujuh gol Bayern dicetak Robben (tiga gol), Ivica Olic (dua gol), dan Thomas Muller (dua gol). Kemenangan itu mengantar Bayern kembali ke puncak klasemen Bundesliga 1 dengan 63 poin, unggul dua poin atas Schalke 04 di peringkat dua.

"Ini adalah penampilan yang baik, dan kami memang membutuhkan hasil pertandingan yang bagus. Kami bermain jelek melawan Bayer Leverkusen pekan lalu, tapi kami agresif hari ini sejak pertandingan dimulai. Kami menciptakan banyak peluang, dan kami tetap menyerang meski telah unggul 2-0. Kami memperlambat tempo di babak kedua, tapi kami tetap keluar menyerang, karena kami ingin memenangkan liga, dan setiap gol bisa membuat perbedaan," kata Robben seusai pertandingan.

Target Robben berikutnya adalah membidik kemenangan melawan Lyon. Robben optimistis kemenangan besar dari Hannover telah membuat kepercayaan diri rekan-rekannya bertambah tinggi. "Ini adalah pertandingan yang bagus untuk kepercayaan diri kami, terutama untuk partai berikutnya melawan Lyon pada Rabu besok," pungkas Robben.

Skuad yg di bawa Inter melawan Barcelona

Pelatih Inter Milan Jose Mourinho mengumumkan skuad yang bakal menjamu Barcelona di leg pertama perempat final Liga Champions, Selasa (20/4/2010).

Dari daftar tersebut, Mourinho tampak meninggalkan empat pemain, yaitu kiper Fransesco Toldo, bek Davide Santon, gelandang McDonald Mariga, dan Ricardo Quaresma. (INT)

Berikut adalah nama-nama pemain tersebut.
Kiper: Vid Belec, Julio Cesar, Paolo Orlandoni.
Bek: Ivan Cordoba, Cristian Chivu, Lucio, Maicon, Marco Materazzi, Walter Samuel, Javier Zanetti.
Gelandang: Esteban Cambiasso, Sulley Muntari, Thiago Motta, Wesley Sneijder, Dejan Stankovic.
Penyerang: Mario Balotelli, Samuel Eto'o, Diego Milito, Goran Pandev.

Mengenai taktik, media-media Italia menduga, Mourinho akan memainkan pola 4-1-4-1 dan 4-2-3-1 secara dinamis. Mourinho berharap, dengan pola ini, Inter bakal melumpuhkan kreativitas dan agresivitas lini tengah Barcelona.

Senin, 19 April 2010

Pebaiki PSSI dan TIMNAS


Untuk membenahi tim persepakbolaan yang terpuruk, bukan hanya teknik para pemain yang menjadi perhatian. Menurut mantan pemain dan pelatih tim nasional, Sarman Panggabean, Rabu (27/1), yang tidak kalah penting ialah pembenahan di PSSI dan Badan Tim Nasional.

Sarman yang bersama Bertje Matulapelwa mengantarkan timnas Indonesia ke semifinal Asian Games Seoul 1986 mengatakan, pemikiran dan konsep pembinaan pemain yang dilakukan PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) selama ini salah. Sarman melihat, badan itu selama ini ditangani orang yang tidak berkompeten mengurusi teknis sepak bola sehingga menelurkan kebijakan yang asal-asalan, seperti pengiriman pemain muda berlatih ke luar negeri, yang sejauh ini tidak ada hasilnya.

”Bukannya membenahi kompetisi dan pembinaan pemain muda di dalam negeri, mereka mencoba cara instan dengan mengirimkan pemain ke luar negeri. Pemikiran-pemikiran yang salah seperti itu harus dibuang dari PSSI atau BTN hingga pembinaan di dalam negeri kembali berjalan. Saat ini di PSSI juga tidak ada lembaga yang mengurusi soal teknis,” kata Sarman.

Lebih jauh, ujar Sarman, tidak dibenahinya pembinaan berakibat pada regenerasi pemain yang mandek, menyulut krisis pemain tim nasional. Sarman mengatakan, krisis pemain tim nasional bukan semata-mata karena kehadiran pemain asing, tetapi lebih disebabkan oleh pola pembinaan yang salah tersebut.

”Kalau pembinaan benar, akan selalu muncul pemain lokal berbakat yang bisa bersaing dengan pemain asing. Jangan selalu menyalahkan pemain asing, yang salah adalah konsep dan pemikiran dalam pembinaan selama ini,” ujar Sarman.

Di Bandung, Jawa Barat, mantan asisten pelatih sekaligus mantan pemain Persib Bandung, Bambang Sukowiyono, mengatakan, PSSI harus mencari pelatih dan direktur teknik tim nasional sepak bola Indonesia yang kualitasnya telah teruji. Harapannya, mereka bisa menyusun program kerja jangka yang tepat bagi pemain timnas Indonesia.

”Terpuruknya prestasi timnas menunjukkan ada yang tidak tepat dalam program latihan dan kerja. Hal ini harus diperbaiki bila menginginkan terbentuknya tim yang solid untuk bersaing dengan negara lain,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Bendahara PSSI Irawadi Hanafi sangat kecewa dengan ucapan mantan Ketua BTN Rahim Sukasah yang seolah-olah melepas tanggung jawab atas kegagalan BTN mengangkat prestasi tim nasional. ”Itu adalah ucapan orang yang frustrasi. Mereka selalu menyalahkan orang lain. Contohnya, menyebut cara berpikir pemain Indonesia yang kurang luas dan menyalahkan situasi. Kalau sudah tidak mampu jadi pengurus, sebaiknya mundur saja,” kata Irawadi.

Secara terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Pusat Margiono seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Presiden meminta pers bersama KONI untuk memelopori diselenggarakannya kongres sepak bola Indonesia. Ada keinginan Presiden agar sepak bola maju dan harus menjadi olahraga kebanggaan Indonesia.

Barcelona di larang terbang ke san siro


Direktur Olahraga Barcelona, Txiki Begiristain, mengatakan larangan terbang membuat timnya terpaksa melakukan perjalanan darat dengan bus saat menyambangi Inter Milan, untuk duel leg pertama semifinal Liga Champions, Selasa (20/4/2010). Menurutnya, hal tersebut akan melelahkan timnya dan ini menguntungkan Inter Milan.

Larangan terbang diberlakukan di hampir semua bandara udara Eropa sejak Sabtu lalu, berkaitan dengan letusan gunung di Islandia yang mengakibatkan hujan abu di sebagian besar wilayah Eropa. Meski begitu, UEFA tetap memaksakan gelaran Liga Champions tetap dilakukan sesuai jadwal.

"UEFA seharusnya bersikap fleksibel. Saya tahu bahwa tak ada cukup waktu untuk (menunda jadwal). Namun, pada akhirnya, Anda harus berusaha tidak mengambil kebijakan yang menguntungkan satu tim, dalam hal ini tim tuan rumah," ujar Begiristain.

"Saat ini, melakukan perjalanan dengan busa menyita banyak waktu. Saya telah berusaja memajukan sejumlah jadwal pertandingan supaya ada waktu kosong selama akhir pekan untuk Liga Champions. Sesuatu harus dilakukan supaya tidak memberikan keuntungan kepada tim tuan rumah," tandasnya.

Menurut pemberitaan di Eropa, larangan terbang akan dicabut pada Selasa (20/4/2010). Namun, karena UEFA menolak memundurkan jadwal, Barcelona terpaksa berangkat ke Milan pada Senin (19/4/2010) menggunakan bus untuk jarak tempuh sekitar seribu kilometer. Mereka akan beristirahat satu kali, yaitu di Cannes, Prancis.

walk of fame pemain juventus


Juventus akan mengabadikan 50 nama pemain bintang di klub tersebut dalam bentuk walk of fame di sekeliling stadion baru mereka.

Tuttosport mengungkapkan, rencana pembuatan penanda mirip Hollywood walk of fame itu telah digagas oleh para dewan direksi Juve untuk stadion baru mereka di Delle Alpi. Setiap nama pemain itu akan dicantumkan pada tanda bintang di jalan sekitar stadion.

Sejumlah nama seperti Michel Platini, Giampiero Boniperti, Omar Sivori, dan Gaetano Scirea masuk dalam nama itu. Nama yang cukup mengejutkan di daftar itu adalah Zbigniew "Zibi" Boniek. Mantan gelandang serang itu memang pernah mempersembahkan Scudetto, satu titel Piala Champions dan Piala Winners selama empat tahun membela "Si Nyonya Tua". Namun, dari sisi karier, eks pemain Polandia itu masih kalah dibanding Karl Aage Praest. Praest justru tidak masuk dalam daftar tersebut.

Stadion Delle Alpi merupakan kandang Juventus sejak 1990. Pada 2009, "I Bianconeri" memugar stadion itu dan pindah sementara ke Olimpico Turin. Pembangunan stadion direncanakan selesai pada 2011. Stadion ini nantinya akan diberi nama sesuai nama sponsor.

Berikut 50 pemain Juve yang akan disematkan pada walk of fame di stadion baru itu (sesuai abjad):

  1. Alessandro Del Piero
  2. Alessio Tacchinardi
  3. Angelo Di Livio
  4. Angelo Peruzzi
  5. Antonello Cuccureddu
  6. Antonio Cabrini
  7. Antonio Conte
  8. Carlo Bigatto
  9. Carlo Parola
  10. Ciro Ferrara
  11. Claudio Gentile
  12. David Trezeguet
  13. Didier Deschamps
  14. Dino Zoff
  15. Fabio Capello
  16. Fabrizio Ravanelli
  17. Felice Borel
  18. Franco Causio
  19. Gaetano Scirea
  20. Giampiero Boniperti
  21. Giampiero Combi
  22. Gianluca Pessotto
  23. Gianluca Vialli
  24. Gigi Buffon
  25. Giuseppe Furino
  26. John Charles
  27. John Hansen
  28. Lucidio Sentimenti
  29. Luis Del Sol
  30. Marco Tardelli
  31. Mauro Camoranesi
  32. Michel Platini
  33. Moreno Torricelli
  34. Omar Sivori
  35. Paolo Montero
  36. Paolo Rossi
  37. Pavel Nedved
  38. Pietro Anastasi
  39. Pietro Rava
  40. Raimundo Orsi
  41. Roberto Baggio
  42. Roberto Bettega
  43. Romeo Benetti
  44. Sandro Salvadore
  45. Sergio Brio
  46. Stefano Tacconi
  47. Umberto Caligaris
  48. Virginio Rosetta
  49. Zbigniew Boniek
  50. Zinedine Zidane

Sekilas Iklan

Free Website Hosting